Pengembangan Mediasi di PA Bantul




Oleh Muhamad Nasrudin 

Berikut ini adalah catatan hasil monev mediasi di PA Bantul, 6 Januari 2023. Mohon dikoreksi kalau ada yang kurang tepat.

Kondisi terkini tingkat keberhasilan mediasi di PA Bantul masih 26%. Akibatnya, rangking PA Bantul masih rendah. Padahal dalam skema penilaian antar PA se-Indonesia, mediasi memiliki poin 10%. Nilai mediasi di PA Bantul ini perlu ditingkatkan. 

Maka, sistem pengelolaan mediasi diubah menjadi lebih kompetitif dengan monev triwulan dan reward sesuai tingkat keberhasilan per mediator. Makin tinggi tingkat keberhasilan, jadwal piket diperbanyak di periode selanjutnya.

Penilaian mediator dimulai dengan presensi kehadiran dan keberhasilan kinerja mediator, baik dalam wujud akta perdamaian, cabut perkara, atau berhasil sebagian.

Beberapa perbaikan yang diterapkan di PA Bantul di antaranya adalah pembuatan aplikasi mediasi. Dengan aplikasi ini, mediator dalam lebih cepat dan akurat dalam menyusun berkas seperti berita acara hingga laporan hasil mediasi.

Selain itu, aplikasi ini akan memastikan seluruh laporan mediator dibuat menggunakan template standar yang akan memudahkan majelis hakim untuk memeriksa laporan tersebut. 

Kemudian, untuk menaikkan tingkat keberhasilan, perlu beberapa strategi khusus. Misalnya memaksimalkan segala potensi yang ada, termasuk exofficio dalam perkara perceraian. 

Jadi semisal jadi cerai, tetapi ada yang disepakati, misalnya pada aspek hak asuh anak dan nafkahnya; akses ayah atau ibu; biaya pendidikan anak; jaminan kesehatan anak; kebersamaan dengan anak saat liburan dan lebaran; sikap orang tua kepada anak; kebersamaan anak ketika hajat keluarga besar;  serta putusan dan komitmen pendidikan anak.

Kemudian dalam hal perkara cerai talak, ada tambahan ex officio tentang Iddah dan nafkah lampau. Nah, hal-hal ini meskipun tidak tercantum dalam surat gugatan atau permohonan, tetap bisa dibahas dalam forum mediator dan dapat disepakati. Jika ini disepakati, maka bisa disebut berhasil sebagian.

Muhamad Nasrudin, SHI, MH
_Mediator di PA Bantul, Mahasiswa Doktoral UIN Sunan Kalijaga_
Previous
Next Post »