Bersaing dengan Bisnis Online

(Seri Ngaji Bakulan : 16)

M. Hafiz ats Tsani

Di lapak online, harga timbangan badan digital tipe ini berkisar antara 50 hingga 65 ribu rupiah atau lebih. Angka terendah biasanya diowneri oleh pedagang utama (grosir) dan angka yang lebih tinggi digawangi para reseller atau pedagang online di bawahnya. Sedang ongkir untuk barang tersebut dalam kota berkisar di angka 10ribuan hingga 20 ribuan. Tergantung menggunakan jasa kurir apa dan berapa lama barang sampai.

Jika kita melakukan pembelian satu barang, dibutuhkan biaya 60 - 75 ribuan atau lebih. Sebagaimana kita tahu, meski praktis, tapi belanja secara online tetap memiliki kendala. Butuh waktu untuk mendapatkan barang, kemungkinan barang tidak sesuai, atau malah rusak. Belum urusan komplain yang kadang super ribet.

Lalu, 
Berapa saya menjual barang tersebut secara konvensional (non online) ?

Kami mematoknya di angka 75 ribu rupiah. Dengan kenyamanan yang tentu lebih bagi konsumen. Barang bisa didapatkan langsung tanpa menunggu, bisa dites dan kondisi dijamin bagus. Serta bisa diantar ke rumah tanpa biaya jika lokasinya relatif dekat.

Harga tersebut setara atau beda tipis dong, dengan belanja online ?

Lalu, dapat untungnya darimana ?

Iya. Dari segi harga mungkin setara. Apalagi, kami mendapatkan barang itu juga secara online.

Keuntungan dari penjualan itu kami dapatkan dari selisih ongkir. Tarif jasa kurir biasanya memiliki batasan ukuran dan berat maksimal untuk tarif tertentu. Kami memilih batas maksimal. Artinya, untuk pembelian 1 hingga 3 item berlaku satu tarif (contoh). Jadi, jika kami membeli di batas maksimal (3 barang), maka ongkirnya tetap 15 ribu. Dengan demikian, jika kami berhasil menjual semua barang, akan ada margin keuntungan 30 ribu (10 ribu/barang).

Dengan kenyamanan lebih dan harga bersaing, penjualan secara konvensional tentu lebih menarik bagi pelanggan, bukan ?

Pembaca yang Budiman...

Ikut terjun bisnis secara online mungkin saja pilihan terbaik. Tapi jika kita enggan atau ingin tetap menggunakan cara lama, tentu tak masalah. Tapi, usahakan tetap menanam aplikasi jual beli online di hp anda. Meski tidak untuk transaksi.

Aplikasi online bagi penjual konvensional seperti saya sebenarnya banyak manfaatnya. Kita bisa mempelajari barang apa saja yang diminati masyarakat dan bagaimana cara mendapatkannya, guna melengkapi perbendaharaan barang di toko kita. 

Sebagian barang di toko kami (Gubrak Mart & Tools) berasal dari pencarian di lini online. Tak heran lapak kami memiliki banyak varian yang mungkin tidak dimiliki toko lain. Labelnya warung kelontong, tapi ada banyak menu di luar lingkup kelontong.

Kreativitas kita tentu saja penting untuk tetap eksis di tengah gempuran lapak online. Pun juga, jualan online tak semudah yang kita bayangkan. Belum lagi jika owner aplikasi berinisiatif memonopoli lapaknya. Mereka punya data valid tentang bisnis (minimal di aplikasi miliknya), paham algoritmanya (pemilik aplikasi gaes!!). Tinggal bagaimana membangun kerjasama dengan produsen, memonopoli penjualan dan yang lain siap siap gigit jari. Ehhh...sudah ada kayaknya yang memonopoli di lini kurir. 😀😀


Newest
Previous
Next Post »