Menjadi Hebat dengan Positif Thinking

Ruchman Basori


Kita sering mengagumi kehebatan seseorang, tetapi kita sering lupa mencari rahasianya. Banyak penggemar, karirnya mulus, prilakunya luhur dan berbagai atribut kebaikan atau kehebatan lainnya di atas kebanyakan orang. Dia menjadi sosok yang dirindukan kehadirannya dan kepergiannya ditangisi.

Lalu apa rahasianya? Banyak orang bijak berpendapat untuk menjadi hebat, bukan ditentukan oleh seberapa banyak kekayaan yang dimiliki, nenek moyang yang melahirkannya, tingginya gelar akademik dan kebangsawanan dan hal-hal lainnya. Kuncinya adalah dimulai dengan berfikir positif (positif thinking).
 
Roy T. Bennett dalam The Light in the Heart mengatakan "The more you feed your mind with positive thoughts, the more you can attract great things into your life."—Semakin kamu memberi makan pikiranmu dengan pikiran-pikiran positif, semakin kamu dapat menarik hal-hal hebat ke dalam hidupmu.

Asupan pikiran menjadi sangat penting. Bisa karena banyak bacaan, baik pada teks-teks yang kauniyah maupun yang kauliyah. Bisa juga dibentuk oleh lingkungan yang baik. Teman dan kolega yang berperan penting menjadikan dirinya berpikir positif pada orang lain. Sehingga akan muncul prasangka baik bukan prasangka buruk.

Karenanya Matt Cameron berpesan agar kita "Live life to the fullest, and focus on the positive." —Hidupkan hidupmu sepenuhnya dan fokus pada hal-hal positif. Demikian dalam pesan-pesan bijak bestari yang akan memandu kita menjadi hebat.

Kita sering menjumpai dalam realitas kehidupan, seseorang yang selalu meremehkan orang lain. Segala yang diperbuat dinilai salah. Yang paling benar adalah dirinya dan kelompoknya (truth claim). Orang-orang seperti ini banyak kita jumpai di sekitar kita, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Tentu keberadaannya sangat merugikan orang lain.

Jika kamu tidak menyukai sesuatu, ubahlah; Jika kamu tidak bisa mengubahnya, ubahlah cara kamu memandangnya. "If you don't like something change it; if you can't change it, change the way you think about it."demikian kata Mary Engelbreit.

Jangan lewatkan berpikir positif dan berbuat baik. Karena masa tayang kita sangat terbatas. Panggung kita di dunia ini juga terbatas. Apalagi soal jabatan kita, akan sangat singkat, dibelakang kita telah menunggu antrian yang panjang. Karenanya, jangan sia-siakan untuk memandang positif kepada orang lain. Hal ini tidak menjadikan Anda akan turun derajat malah sebaliknya akan naik kelas.

Mengakiri renungan ini saya kutip pendapat Tena Desae: "Stay positive and happy. Work hard and don't give up hope. Be open to criticism and keep learning. Surround yourself with happy, warm and genuine people." — Tetap positif dan bahagia. Bekerja keras dan tidak berhenti berharap. Terbuka terhadap kritik dan terus belajar. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang bahagia, hangat, dan tidak palsu.

Menjadi orang yang hebat harus dimulai dengan cara berfikir kita dan cara pandang kita terhadap kehidupan, yaitu dengan berpikir positif. Siapapun anda tentu ingin menjadi yang terbaik (the best). Kalau tidak menjadi yang terbaik, mungkin menjadi yang pertama (the firs), atau setidaknya apa yang membedakan kita dengan yang lain (the difference). Wallahi a'lam bi al-shawab.

Pamulang, 8 Juni 2020

*Ruchman Basori*
Previous
Next Post »