Menyongsong Mentari di Bibir Pantai Sanur


Pantai Sanur adalah salah satu tempat wisata unggulan di Bali. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Denpasar dan Bandara Ngurah Rai. Pantai ini sudah terkenal sejak beberapa abad silam. Dalam catatan sejarah, di pantai Sanur inilah bala tentara Belanda mendarat dan menyerang Kerajaan Badung pada 1906. Meletuslah perang puputan Bali yang sangat terkenal itu.

Salah satu lanskap Pantai Sanur. pic: gayahidupku.com

Kontur objek wisata di Bali yang satu ini cukup landai. Di pantai Sanur ini, ombak relatif tenang sehingga Anda tidak perlu khawatir tergulung ombak. Kondisi inilah yang membuat banyak nelayan berlabuh di sekitar pantai ini.

Hamparan pasir putihnya cukup lembut. Di beberapa bagian pantai Sanur ini ditemui banyak karang. Namun tak perlu khawatir, di beberapa bagian hamparan karang ini ditata sehingga berubah bentuk menjadi jalur pejalan kaki yang enak dilalui.



Sejarah Pantai Sanur
Dua gadis di Bali dalam kanvas Le Mayeur. pic: christies.com
Sebagai destinasi wisata menarik, Pantai Sanur mulai terkenal ke manca negara semenjak pelukis Belgia, Le Mayeur melukisnya dan menjual karyanya di pasar Eropa. Le Mayeur datang pertama kali di Bali pada 1932 lalu menetap di sini dan mendirikan sanggar lukis. Ia kemudian menikah dengan Ni Nyoman Pollok, gadis penari legong yang kelak menghiasi kanvasnya.

Melalui lukisan-lukisan Mayeur inilah keindahan dan panorama Pantai Sanur menjadi terkenal di belahan bumi Eropa sehingga mengundang para pelancong untuk datang berkunjung. Seiring dengan gencarnya promosi para penyedia jasa perjalanan ke Asia yang sedang booming di Eropa saat itu.

Sebab itulah pantai Sanur ini lebih dahulu terkenal di mancanegara dibandingkan dengan pantai lain di Bali, semisal pantai Kuta. Belakangan, seiring populernya olahraga selancar di Pantai Kuta, pantai Sanur ini relatif lebih lengang. Sangat cocok untuk Anda yang butuh ketenangan dan suasana baru.



Menyongsong Fajar

Surya masih malu-malu kucing. pic: water-sport-bali.com

Berkebalikan dengan Pantai Kuta yang garis pantainya menghadap barat, garis Pantai Sanur sepanjang 3 km lebih ini menghadap ke timur. Itulah sebabnya panorama terbaik untuk menikmati Sanur adalah sesaat sebelum fajar merekah di ufuk timur. Tak salah bila para pelancong menyebut pantai ini sebagai sunrise beach atau pantai matahari terbit.

Akan lebih menarik jika Anda bisa datang sekira pukul 05.15 WITA agar Anda memiliki waktu yang senggang untuk menikmati detik-detik bangunnya matahari dari balik peraduannya. Anda bisa duduk-duduk di bibir pantai atau di gazebo. Anda juga bisa jogging di sepanjang jalur yang tersedia.



Akomodasi dan Pantai Pribadi
Serasa punya pantai sendiri pic: agoda,com

Salah satu kelebihan pantai Sanur adalah dalam soal akomodasi. Di pantai ini, Anda akan mudah mendapatkan penginapan, bungalow, villa, kolam renang, dan restoran yang asyik dengan harga terjangkau.

Beberapa pantai hotel bahkan memiliki pantai pribadi (private beach) sebagai halaman belakangnya. Beberapa hotel bisa dijadikan alternatif, misalnya hotel Prama Sanur Beach atau Inna Grand Bali. Beberapa hotel juga memberikan diskon dan alternatif menginap dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan jika beruntung, Anda bisa mendapatkan tempat menginap dekat pantai dengan tarif mulai Rp 100.000-an per malam di sini



Menyelam atau Seawalking?
Ikannya lucu-lucu ya? pic: seawalkerbali.net

Lantaran ombaknya yang relatif tenang, pantai ini cocok untuk olahraga berenang dan menyelam. Anda bisa menikmati terumbu karang, bercengkerama dengan ikan-ikan kecil dan binatang laut. Jika Anda tidak bisa menyelam, Anda bisa mencoba seawalking. Apa itu? 

Sesuai namanya, Anda akan diajak jalan-jalan di bawah air. Caranya adalah dengan menggunakan helm kedap air seperti yang dilakukan karakter Sandy dalam kartun Spongebob. Di lautan dangkal, Anda bisa berjalan-jalan di dalam laut, menikmati pemandangan tak biasa. 



Jelajah Peta Lokasi
Objek wisata pantai Sanur hanya berjarak sekira 10 km dari pusat kota Denpasar dan bisa dijangkau dengan mobil atau sepeda motor dalam rentang waktu sekira 25-30 menit. Anda bisa menjelajahi melalui peta berikut ini:

 

Previous
Next Post »

1 comments:

Click here for comments